Sebagian besar masyarakat memiliki pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Sebagian yang lain mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun tidak bisa memenuhi kebutuhannya untuk rekreasi. Dimana pada saat ini rekreasi menjadi kebutuhan yang penting ditengah-tengah tingginya tingkat stress pekerjaan dan kemungkinan berdampak buruk pada keluarga. Hanya sebagian kecil masyarakat yang memiliki pendapatan cukup besar untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya (sandang, papan, pangan, rekreasi, kesehatan, dan lainnya). Masalahnya adalah upaya apa saja yang dapat dilakukan masyarakat yang berpendapatan kurang untuk mengatasi masalah ini. Berikut merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan melalui 3 pilihan investasi sebagai berikut:
1.  Surat Berharga
Jika kita memiliki dana yang banyak untuk diinvestasikan maka akan lebih baik jika kita berinvestasi pada surat berharga seperti saham, obligasi, surat utang negara dan lainnya. Namun, jika menginginkan pendapatan yang besar maka cobalah berinvestasi pada saham, akan tetapi sangat disarankan hanya kepada investor yang berpengalaman. Karena harga saham sangat fluktuatif sehingga nilainya dapat naik dan turun sewaktu-waktu. Obligasi (surat utang) tentu lebih aman dibanding saham, hanya saja tidak dapat dicairkan dengan bebas, namun surat obligasi dapat dijual ke pihak lain. Sedangkan surat utang negara (SUN) merupakan instrumen investasi yang paling aman. Karena pemerintah jelas akan membayar utangnya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Memiliki SUN saat ini jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Setiap rakyat Indonesia dapat ikut memiliki SUN melalui mitra bank BUMN di seluruh Indonesia.
2. Emas (Logam Berharga)
Emas juga dapat menjadi sumber investasi alternatif yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan selalu dicari oleh banyak orang. Jika kita memahami pergerakan harga emas maka kita juga dapat berinvestasi di dollar sekaligus. Mengapa? Hal ini dikarenakan terdapat hubungan antara emas dan dollar. Umumnya jika nilai dollar naik maka harga emas akan turun dan begitu juga sebaliknya. Namun, keadaan ini mutlak terjadi ketika dunia masih menggunakan standar emas dalam menentukan nilai mata uang. Sedangkan saat ini nilai mata uang sangat bergantung kepada permintaan dan penawaran dunia. Sehingga bisa saja ketika nilai dollar naik harga emas juga ikut meningkat. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi hal ini adalah permintaan dan penawaran antara dollar dan emas, kondisi perekonomian amerika serta tingkat suku bunga dollar yang ditetapkan oleh The Fed. Jika kita belum memahami dengan baik atau ingin bermain aman, maka cukup investasi ke emas lalu simpan untuk beberapa tahun. Pegadaian sendiri memiliki produk tabungan emas, dengan uang kurang dari 10.000 rupiah kita dapat memiliki 0.01 gr dan dapat dicetak ketika setidaknya kita memiliki tabungan 1 gr emas.
3. Properti
Berinvestasi di bidang properti sangatlah menggiurkan, karena setiap orang membutuhkan properti untuk kepentingan pribadi dan bisnis. Berinvestasi di bidang properti tentu membutuhkan modal besar, ilmu serta hubungan kerjasama yang baik dengan pihak bank atau lembaga keuangan lainnya. Kesulitan lainnya pada pembebasan lahan, izin dan lainnya. Walaupun cukup rumit, bisnis properti tetap menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Karena setiap pengembang bisa mengantongi keuntungan 40-60% untuk tiap unitnya. Keuntungan tersebut akan semakin meningkat jika berada di lokasi yang strategis. Akan tetapi, tren saat ini menunjukkan bahwa bisnis properti sedang mengalami kelesuan dikarenakan harga properti yang sangat tinggi terutama dikota besar sedangkan daya beli masyarakat tidak mengalami peningkatan. Namun, bisnis properti tetap menggiurkan terutama di daerah yang baru berkembang dimana fasilitas publik seperti bandara, stasiun, kantor pemerintah dan lainnya akan dibangun di daerah tersebut
Langsung ke konten utama